Khufyah
Robenur, M.E : Pemberdayaan Santri Berbasis Potensi Lokal Untuk Kemandirian Ekonomi dan
Kompetensi Santri
LAMPUNG
TENGAH. Jajaran civitas akademika Institut Agama Islam Darusy Syafaah (INSAIDA) Lampung
menggelar
agenda rutinan bulanan dalam bentuk diskusi ilmiah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat (P3M) INSAIDA Lampung,
Chamdini Putri, M.E, di aula kampus INSAIDA
Lampung beralamatkan Jalan Jenderal Sudirman RT 12/RW 06 Dusun Kotasari I
Kampung Kotagajah, Kecamatan
Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung, pada Sabtu (24/10/2026) siang.
Diskusi ilmiah ini dengan mengusung tema lintas disiplin ilmu, baik
tentang ke-syariahan atau ketarbiyahan, atau tema Islamic studies lainnya.
Sehingga dosen tidak hanya mengajar dikelas, juga tetap melaksanakan tradisi
diskusi sesama dosen dilingkungan Institut Agama Islam Darusy Syafaah (INSAIDA) Lampung.
Khufyah Robenur, M.E, dalam
diskusi bulanan ini menyampaikan tema tentang Pemberdayaan Santri Berbasis Potensi Lokal Untuk
Kemandirian Ekonomi dan Kompetensi Santri.
Pondok pesantren memiliki
potensi untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui kegiatan kewirausahaan
berbasis sumber daya lokal, tetapi pengembangannya masih memerlukan model yang
terarah, aplikatif, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan merumuskan model pemberdayaan kewirausahaan santri yang
mengoptimalkan potensi lokal melalui pengembangan keterampilan, praktik usaha,
dan pengelolaan bisnis yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga dapat
mendukung kemandirian ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan kompetensi
kewirausahaan santri.
